Menyambut Optimisme dan Semangat Kolaborasi Dari Kompas 100 CEO Forum

SETIAP JUMAT PAGI, kalau tak ada uzur syar’i, saya selalu menyempatkan keliling kota untuk membagikan nasi. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2018 ketika saya mendapat tawaran bergabung dalam sebuah komunitas sedekah di Lamongan. Jika sebelum pandemi nasi lebih banyak dibagikan di basecamp, maka pascapandemi saya lebih memilih ngider menggunakan motor karena jangkauannya lebih luas, juga menghindari penerima yang mendapat sarapan dobel.

Kecuali saat sakit atau karena ada kesibukan lain yang mendesak (misalnya pekerjaan), saya akan berusaha hadir untuk mengantarkan titipan donatur berupa nasi ini. Saya dan keluarga pernah mengalami pahitnya kelaparan saat tinggal di Bogor dulu. Ketika honor pekerjaan tak kunjung dibayarkan padahal simpanan uang tinggal Rp10.000, saya sempat akan berutang pada warung sembako langganan walau ditolak.

Pengalaman pahit itu membuat saya berempati pada mereka yang lapar, apalagi para penerima nasi bungkus Jumat adalah kebanyakan pengayuh becak dan penjual keliling yang penghasilannya minim dan tak menentu.

Sebenarnya menolong diri sendiri

Jadi, aktivitas pagi yang mungkin terlihat receh ini sangat berarti bagi saya sebab ada asosiasi dengan pengalaman pribadi. Selain itu, rasa terima kasih yang diucapkan oleh para penerima dengan tulus itu membuat saya bugar kembali dalam kondisi badan seperti apa pun. Vitalitas membuncah begitu nasi berpindah tangan dan senyum merekah saya dapatkan.

Berbagi dan kolaborasi, kunci memajukan negeri.

Saya teringat pada sebuah kalimat bijak, “Ketika kamu melakukan kebaikan pada orang lain, jangan mengira kamu sedang menolong mereka. Namun, kamu sejatinya tengah menolong dirimu sendiri.” Kalimat ini rasanya valid karena setiap kali ngider sayalah yang justru merasa bahagia dan bergairah kembali menyambut hari.

Kalau saya enggak bergegas meluncur untuk membagikan nasi, boleh jadi saya malah tergoda untuk bermalas-malasan di rumah dengan berbagai alasan yang tak produktif. Ngider nasi membuat saya punya kegiatan di pagi hari.

Kompas 100 CEO Forum 2022

Setidaknya inilah yang bisa dilakukan oleh komunitas kami untuk mengurangi beban ekonomi dan menekan kesenjangan sosial dalam skala kecil. Jika setiap kelompok masyarakat atau orang-orang kaya di tiap daerah punya semangat yang sama untuk membantu mereka yang kurang beruntung, maka pemulihan ekonomi pascapandemi bisa terlaksana lebih cepat dan lebih baik.

Kita jelas tak bisa sepenuhnya mengandalkan, apalagi menyalahkan, pemerintah untuk hal-hal yang sebenarnya bisa kita upayakan secara mandiri, misalnya berbagai kegiatan sosial di lingkup kecil sesuai kemampuan. Bukankah negara yang besar disusun oleh kelompok masyarakat yang lebih kecil? Asalkan ada niat baik dan optimisme, insyaallah peningkatan dan kemajuan bisa kita wujudkan.

Kompas 100 CEO Forum ingin menghimpun kekuatan untuk memajukan Indonesia.

Itulah semangat yang diembuskan dari Kompas 100 CEO Forum yang dihelat hari Jumat 2 Desember 2022 lalu. Kompas 100 CEO Forum 2022 yang didukung oleh East Ventures ini adalah penyelenggaraan ke-13 yang menandai keseriusan Kompas dalam menghimpun energi kebaikan demi memajukan bangsa. Perhelatan ini mengadopsi konsep trifecta, yakni mengolaborasikan tiga generasi penggerak ekonomi dari berbagai sektor industri. Kompas sadar bahwa kolaborasi dan sinergi adalah kunci untuk bergerak maju, termasuk pemulihan ektor ekonomi.

Kompas 100 CEO Forum membedah berbagai topik, antara lain kondisi ekonomi, energi, dan ketahanan pangan. Yang tak kalah penting adalah transformasi layanan kesehatan menjadi serbadigital yang diharapkan melahirkan unicorn kesehatan yang andal, termasuk juga digitalisasi di era metaverse.

Kompas 100 CEO tahun ini mengambil tajuk “Membuat Terang di Tahun Menantang” karena isu resesi ekonomi yang diprediksi akan terjadi secara global pada tahun mendatang. Dalam kesempatan ini Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam rangka ikut membantu pemulihan ekonomi dengan memanfaatkan semua sumber daya.

Yang tak kalah penting, masih menurut presiden, adalah optimisme dalam setiap aksi. Inilah energi yang akan membuat kita bertahan dan terus bergerak. Dengan optimisme pula kita akan saling bantu sesuai kemampuan, di ranah yang kita geluti masing-masing.

Komitmen JNE untuk memajukan bangsa

Diskusi panel dalam rangkaian Kompas 100 CEO Forum tersebut meliputi pembahasan mengenai “7 Langkah Menavigasikan Pemulihan 2023” yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hukum dan Keamanan RI, Mahfud MD, dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.

Di antara undangan hadir pula Presiden Direktur JNE Bapak M. Feriadi Soeprapto sebagai CEO perusahaan logistik terkemuka yang telah berkiprah selama lebih dari tiga dasawarsa di Tanah Air. JNE telah bermetamorfosis dari kelompok usaha kecil menjadi perusahaan dengan valuasi ekonomi yang tinggi.

presdir JNE M. Feriadi Soeprapto
Presdir JNE M. Feriadi Soeprapto hadir sebagai salah satu CEO perusahaan logistik terkemuka.

Selama beroperasi di Indonesia, JNE ingin menjadi tuan di rumah sendiri dengan terus melakukan inovasi dan langkah-langkah positif untuk bisa memajukan ekonomi dan sosial negeri ini. Dalam menghadirkan layanan, JNE tak pernah meninggalkan pelanggan sebagai pihak yang harus juga diuntungkan. Ini tecermin dalam tagline populernya “Connecting Happiness” yang menegaskan semangat JNE untuk mengantarkan kebahgaian untuk siapa saja.

Berbagai promosi menarik sering digelar, misalnya free ongkir dalam event tertentu atau pembagian hadiah yang sering dilakukan di medsos JNE dalam bentuk kuis atau giveaway. Uniknya, JNE tak segan menggandeng merek-merek lokal sebagai pemasok hadiahnya. Sebut saja Eiger, Wim Cycle, dan Phillipe Jourdan, brand ini pernah diajak kolaborasi.

Bukan hanya itu, keberpihakan JNE pada UKM dan UMKM juga ditunjukkan dengan menggelar GOLL…ABORASI Bisnis Online di mana banyak pelaku UKM dan UMKM dilibatkan sebagai narasumber maupun peserta untuk berbagi strategi dalam mengoptimalkan penjualan produk kreatif dan mendongkrak potensi usaha kecil menengah.

Semua acara diselenggarakan secara gratis sejak 2021 hingga saat ini dari kota ke kota sehingga banyak yang memetik manfaatnya. Bahkan banyak hadiah dibagikan selama acara berlangsung, misalnya poin untuk JLC (JNE Loyalty Card) untuk ditukar dengan beragam hadiah keren.

Secara sosial, JNE tak berhenti berkontribusi. Sebagaimana diberitakan di https://jnewsonline.com/, JNE telah menyerahkan 3,2 ton bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk para korban gempa bumi pada Jumat (2/12/2022) lalu. Ada sembako, obat-obatan, tenda, dan berbagai kebutuhan harian yang dikirimkan.

Dalam sambutan saat melepas rombongan pembawa bantuan, Feriadi Soeprapto menuturkan bahwa donasi yang dikirimkan merupakan wujud dari pengamalan nilai-nilai perusahaan yang telah dijalani sejak JNE berdiri 32 tahun silam, yakni berbagi, memberi dan menyantuni.

Pahlawan Digital UMKM

Masih menurut portal yang sama, JNE juga telah sukses menggelar Ajang Pahlawan Digital UMKM 2022. Ada tiga juara yang terpilih dari perhelatan ini, yakni Surplus sebagai juara pertama, Warjali juara kedua, dan Djoin juara ketiga, serta dua juara favorit.

Ketiga pemenang itu dipilih dari 10 inovator muda digital yang dinilai telah berjasa dalam mendampingi dan mengembangkan UMKM. Sebagai imbalan, mereka berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp100 juta untuk juara pertama, Rp70 juta untuk juara kedua, dan Rp50 juta untuk juara ketiga, sedangkan untuk juara favorit masing-masing mendapatkan Rp30 juta.

Para pemenang Ajang Pahlawan Digital UMKM

Uniknya, ketiga pemenang utama akan digandeng sebagai mitra Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) untuk berperan sebagai aggregator UMKM lain di Indonesia demi melakukan akselerasi target 30 juta UMKM onboarding digital 2024. Jadi kalau ingin bikin usaha baru, jangan ragu. Bisa dimulai dari rumah atau apartemen di mana saja.

Semoga harapan ini terwujud sebab inilah bentuk kolaborasi dan sinergi antara swasta dan pemerintah, yang melibatkan generasi muda—tepat seperti anjuran Presiden RI. Optimisme dan semangat positif ini harus kita sambut dalam lingkup yang kita sanggupi bersama.

14 Comments

  1. Assalamualaikum wr wb,

    Lama gak buka blog. Bahkan blog saya sudah lama mati suri untuk yang kesekian kali.

    Selamat kang Rudi, masih istiqomah dalam menulis dan membagikan tulisan.

    Selamat, masih setia berbagi nasi bungkus. Insya Allah saya akan ikut berpartisipasi untuk kegiatan ini. Mohon sampaikan nomor rekening bank via email saya: alris587@gmail.com

    Kota Bogor bagi kang Rudi dan bagi saya meninggalkan kenangan sedih dan gembira.(waduh mata saya merebak seakan air dalam kantongnya mau tumpah)

    Salam berbagi
    Salam sehat
    Salam sukses

    Like

  2. Mister ikut senang melihat optimisme para CEO yang peduli pada kemajuan bangsa. Sudah saatnya semangat kolaborasi makin digaungkan, biar Indonesia terus berkembang, lebih-lebih di sektor ekonomi yang tahun depan konon terancam resesi.

    Like

  3. Bagus ya kegiatan yang dilakukan JNE ini dengan menggandeng produk lokal Indonesia. Jadi bisa ikut membantu memajukan perekonomian yang ada di Indonesia juga.

    Like

  4. Alhamdulillah komunitas nasi bungkusnya selalu berjalan dan pastinya memberi banyak manfaat untuk sesama ya kak.
    Btw aq juga salut sama JNE yang menggandeng produk lokal biar makin berkembang

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s