Jumat Semangat, Sabtu Menggebu

Sudah sepekan badan terasa lungkrah, enggak enak dibuat ngapa-ngapain. Capai luar biasa sampai tubuh meriang tapi sesekali keringetan. Tak heran kalau akhirnya batal ikut kondangan ke Bangkalan, gagal pula ikut tanam pohon di kawasan Ijen, Banyuwangi.

Pada saat yang sama Bunda Xi diminta dokter agar bedrest. Tensi darahnya mendadak naik hingga kepala pusing tujuh keliling. Di rumah akhirnya kami sekeluarga mengikuti tagar yang sering trending di Twitter: #Rebahan enggak cuma pada hari Sabtu. Untunglah tenggat pekerjaan me-layout naskah sudah rampung.

Saking tinggi tensinya, kalau membuka mata, Bunda merasa semuanya gelap dan muter-muter. Walhasil, saya mesti bersiaga di dekatnya. Untunglah sejak Jumat duo Xi sudah masuk fase libur sekolah. Jadi mereka bisa main di rumah tanpa saya perlu mengantar jemput ke sekolah seperti biasa.

Ngider Spesial

Jumat pagi saya mengajak duo Xi ikut berbagi nasi di basecamp NBC, jadilah edisi ngider yang istimewa. Mereka senang bukan main. Ikut bantu serahkan nasi kepada para pemulung, tukang becak, dan banyak penerima lain yang layak. Mereka yang kasih, saya bertugas mendokumentasikan dalam bentuk foto atau video.

Semangat berbagi untuk melatih diri

Beres acara NBC, kami pergi ke pasar di kompleks sebelah rumah. Sebelumnya mampir ke Pesantren Al Fisyah yakni pondok tahfidzpreneur gratis yang dikelola oleh Pak Deddi putra sulung Bupati Lamongan petahana. Nasi berpindah, diterima Anton santri asal Padalarang. Lega, amanah sudah ditunaikan.

Di pasar kami beli kue sebagai camilan di rumah. Terlalu fokus ke kue, saya sampai lupa Bunda minta dibelikan timun mini guna menurunkan tensi. Pas ingat, tepat berada di depan lapak langganan, duit saya enggak cukup karena belum sempat ke ATM. Maklum, ATM cukup jauh sih, jadi kadang malas atau terlupa.

Delima merah

Akhirnya siang selepas Jumatan saya berburu delima merah yang alhamdulillah tersedia di Alfamidi. Tentu delima instan dalam bentuk sari pati. Lumayan untuk mengurangi efek pusing akibat naiknya tensi. Anak-anak malah mupeng pengin juga mencicipinya, tepat seperti dugaan saya. Untunglah saya beli beberapa.

Jumat malam kabar duka datang desa. Bude yang sudah dua minggu dirawat di rumah sakit tutup usia akibat diare hebat yang mungkin gara-gara salah makan. Atau mungkin juga faktor usia yang memang sudah cukup senja. Saya tidak bisa berangkat ikut pemakaman di kampung karena badan belum fit betul, apalagi tak bisa menginap di rumah ibu lantaran Bunda belum bisa ditinggal lama.

Liburan cukup berenang

Duo Xi makin tak sabar pengin liburan di rumah nenek atau ibu saya. Katanya pengin berenang saja di kolam yang biasa mereka kunjungi bersama sepupu tercinta. Sabtu sore ini kami berencana meluncur ke Sukodadi, kecamatan tempat ibu tinggal bersama adik. Liburan tak terlalu lama, jadi berwisata dekat-dekat jadi pilihan tepat. Adik mengusulkan pergi ke Pantai Kelapa di Tuban.

Saya putuskan berangkat sore karena ada undangan kenduri walimatul ursy dari seorang anggota NBC yang menikahkan putranya. Walau didahului hujan selepas Asar, rupanya para undangan tetap datang memenuhi tenda yang disediakan. Saya pulang sekirar jam 5 ketika turun lagi dan makin deras sampai saya tiba di rumah.

Alhamdulillah Jumat tetap semangat ngider nasi, dan Sabtu menggebu dengan undangan walimah plus berkunjung ke rumah ibu. Bukan hanya untuk mengantar bocah-bocah ke sana, tetapi karena bisa ikut pengajian untuk mendoakan Bude yang baru saja pergi.

Akibat hujan yang tak juga berhenti, kami urungkan niatan pergi ke rumah ibu sore tadi. Mendung pekat menyelimuti angkasa diselingi kilatan-kliatan cerah sesekali. Anak-anak takut melihatnya. Besok pagi mereka pengin ke Masjid Namira, yang sudah dua minggu tak kami sapa. Lalu ada latihan Taekwondo mingguan yang absen mereka ikuti karena perjalanan ke Bangkalan pekan lalu. Alamat nih saya mesti bawa laptop karena esok pagi ada job mendadak.

Bagaimana akhir pekan BBC Mania? Pergi ke mana, ngapain aja, sama siap? Boleh cerita?

2 Comments

  1. Wah kegiatannya banyak ya mas, alhamdulillah selalu bersama keluarga. Semoga tensi istri segera turun. Manjur kok timun mini / timun lalap itu, rasanya juga lebih segar dibanding timun besar / timun sayur. Saya memang belum pernah tensi tinggi sampai muter2 gitu tapi kadang agak tinggi juga. Kalau agak nggak enakan saya segarkan dengan nyemil timun mini.

    Liked by 1 person

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s