NBC Beraksi: Dari Sebungkus Nasi ke Air Bersih

Minggu pagi sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya. Tak terlalu terik padahal jam 7 pagi biasanya matahari sudah cukup menyentak. Duo Xi sudah siap meluncur ke perpustakaan daerah di mana latihan Taekwondo biasa dihelat setiap pekan. Si sulung paling bersemangat sebab hari itu dia mendapat sabuk baru setelah dinyatakan lulus UKT hari Minggu sebelumnya. Kali ini Bunda yang antar karena saya punya agenda lain bersam a NBC.

Bukan, bukan NBC jaringan berita asal Amerika itu. NBC adalah kependekan dari Nasi Bungkus Community yang ada di Lamongan. Mirip gerakan Berbagi Nusantara yang berbasis di Bandung, namun NBC punya keunikan. Agak terkejut dan sungkan saat saya menepi ke lokasi meeting point tak jauh dari Pasar Induk Sidoharjo karena mendapati ternyata semua aktivisnya merupakan emak-emak. Ada sembilan wanita yang terlihat pagi itu dua di antaranya didampingi suami. Bu Heni yang mengoordinasi acara pagi itu adalah orangtua wali di latihan Taekwondo sampa seperti kedua anak saya. Dari beliaulah saya mengetahui agenda pengadaan air bersih oleh NBC.

air

Pukul 7.16 saya tiba di lokasi pertemuan ketika 7 truk air telah siap di lapangan, menunggu satu truk lagi yang belum datang. Sebagaimana saya sebutkan pada blogpost sebelumnya awalnya NBC menargetkan 10 tangki air untuk didistribusikan ke sejumlah dusun di beberapa kecamatan yang terdampak kekeringan parah. Rupanya hari itu ada 16 truk yang bisa dikirimkan: 8 unit berangkat pagi dan 8 lagi berangkat sore hari. Sebuah keberhasilan yang layak dicontoh. Atau sebutlah sebagai kemenangan wanita.

Kemenangan wanita

Agak riskan sebenarnya memilih frasa ‘kemenangan wanita’ untuk menggambarkan partisipasi aktif kaum hawa dalam masyarakat. Saya khawatir akan muncul kesan seolah-olah selama ini wanita menjadi pihak yang kalah—entah mengalah atau dikalahkan. Padahal jelas wanita telah menunjukkan kualitas unggul nyaris di sisi mana saja. Defia Rosmaniar, misalnya, menjadi pionir peraih medali emas dalam Asian Games dari cabor Taekwondo. Belum lagi cabor lain yang perolehan medalinya juga disabet oleh para atlet wanita.

Di ranah sosial yang lebih luas, ada Ratna Refida yang pernah saya singgung di blog ini. Sarjana ekonomi itu mengelola sedemikian rupa agar para penduduk di Dusun Menur, Lombok dapat memiliki rumah sendiri dan kandang untuk ternak sebagai tumpuan ekonomi sehari-hari. Berkat kiprah positifnya, penduduk miskin akhirnya punya pemasukan Rp20.000 per hari ditambah rumah milik sendiri yang bisa dilunasi dari ternak. Ini terjadi bertahun-tahun lalu.

Pada lingkaran yang lebih kecil, juga pernah saya kisahkan teentang Bu Fahmi yang menyelamatkan ekonomi keluarganya setelah mereka terlilit utang bahkan suaminya nyaris dihajar debt collector lantaran gagal melunasi utang rentenir. Selepas melahirkan, ketika nyeri jahitan belum lagi hilang, ia berjalan menyisir jalanan untuk menitipkan kue buatannya di lapak dan kios makanan ringan. Belajar dari Internet dan buku resep, akhirnya Bu Fahmi menjadi pembuka agar mereka terbebas dari utang hingga kini mandiri dan omset usahanya mencapai puluhan juta.

Salah sangka

Tak dapat saya sembunyikan kegirangan ketika tahu saya mendapat tugas meluncur ke Dusun Walang Kopo. Heh, walang? Kopo? Seketika terbangunlah asosiasi dengan Belalang Cerewet. Belalang ketemu belalang? Rupanya saya salah mengira—dan agak kuper sebenarnya—karena baru tahu bahwa walang kopo sama sekali tak berkaitan dengan walang (belalang) dalam bahasa Jawa. Walang kopo adalah binatang omnivora yang sangat menyukai buah-buahan seperti alpukat, pir, dan mangga, juga biji-bijian seperti biji bunga matahari dan kacang-kacangan hingga serangga. Di area Batu Malang walang kopo disebut-sebut menjadi hama bagi tanaman apel. Tupai terbang, itulah dia si walang kopo!

Bersama Mbak Irma yang menumpang truk, saya melaju di belakang mengendarai motor ungu kesayangan. Bertolak dari meeting point pukul 7.55, kami tiba di dusun tujuan sekitar 40 menit kemudian. Ini kali pertama saya meluncur ke Desa Kedungkumpul yang mewadahi Dusung Walang Kopo. Lumayan jauh ternyata dengan jalanan yang tak selalu nyaman dilalui. Dari Masjid Namira yang kondang itu, Walang Kopo harus ditempuh sekitar 30 menit dengan kecepatan motor yang agak gegas.

tangki air

Siap bertolak.

Setiba di sana, nyatalah bahwa satu truk air tidak cukup untuk memasok kebutuhan satu dusun. Menurut penuturan salah seorang warga, ada empat titik pengambilan air yang dibuat dari terpal biru yang ditinggikan sebagai tandon sementara saat air dialirkan dari tangki untuk selanjutnya diserok menuju ember dan jerigen. Truk kami diparkir di depan rumah kepala dusun dan air segera cepat berpindah ke wadah para warga meskipun beberapa kali selang pada diesel sempat terlepas.

 

Gagal panen

Imam, kepala dusun setempat, menginformasikan bahwa kelangkaan air bersih di daerah mereka pernah terjadi setidaknya 8 tahun lalu. Tahun ini telaga yang jadi pasokan utama air ke rumah-rumah warga melalui pipa PDAM mengalami kekeringan total. Sumur bor tidak bisa diharapkan sebab sampai kedalaman 70-100 meter pun air belum menunjukkan tanda-tanda. Tukang bor menyerah. Biasanya saat musim kemarau begini sumur galian relatif bisa diandalkan berkat resapan air dari tanaman, namun kini semua mampet. Selama dilanda kekeringan, mereka berburu air di desa sebelah sejauh 1 km yang bisa diduga juga sangat panjang antreannya.

Akibat kelangkaan air ini dusun setempat bahkan mengalami kegagalan panen. Syukurlah ada beberapa sumbangan berupa air bersih dari masyarakat sekitar Lamongan. Tak henti-hentinya warga berterima kasih walau hanya satu tangki yang NBC kirimkan. Selain NBC, pada hari yang sama 4 tangki air dikirimkan ke Walang Kopo oleh PSTI atau Persatuan Sopir Truk Indonesia. Ketika truk NBC terhambat di jalan yang tengah diperbaiki, saya mendahuluinya dan sempat berpapasan dengan  iring-iringan empat truk PSTI ketika berada di jalan utama menuju Walang Kopo. Alhamdulillah!

Aksi!

Sembilan srikandi, sembilan bidadari, atau apa pun sebutannya, emak-emak dari NBC itu adalah wujud eksistensi wanita yang selalu mampu dan mau berpartisipasi aktif dalam masyarakat yang dilanda kekeringan dalam pengertian seluas-luasnya—bukan hanya pengadaan air bersih. Kemuliaan mereka bukan hanya lahir dari ketulusan menyayangi keluarga untuk membentuk negara yang kuat, tetapi juga buah dari keikhlasan berbagi dan meringankan beban demi kemenangan bersama.

foto bersama

Sebelum bertolak ke lokasi distribusi

Sepanjang jalan menuju Dojang Gagak Hitam, saya tak bosan merayakan kepedulian para wanita hebat itu. Saya menimba semangat luar biasa, saya menyerap energi yang langka. Kesibukan rumah tangga bukan halangan mereka berkarya, dalam hal ini mengulurkan nasi bungkus demi mengusir rasa lapar. Saya pernah membaca sebuah tulisan yang menyatakan bahwa sedekah berupa makanan siap santap sangatlah utama apalagi di pagi hari—tentang sebabnya bisa panjang pembahasannya—kata si penulis. Apa pun motivasi atau makna di balik sebungkus nasi, yang penting adalah berani beraksi, tepat seperti NBC!

Advertisements

10 thoughts on “NBC Beraksi: Dari Sebungkus Nasi ke Air Bersih

  1. Duh saya jadi penasaran pengin lihat seperti apa tampilan fisik walang kopo, hama tanaman apel Baru …
    Sayangnya saat aku ke perkebunan apel Batu, tak seekor pun aku lihat walang satu itu.

    Gerakan kesadaran sosial NBC patut diacungi jempol dan semoga menginspirasi siapapun untuk selalu tergerak punya rasa peduli dengan sesama.

    Like

  2. Selamat dan sukses untuk belalang cerewet, salam kontak perdana, dengan tulisan penjelasan nama blog belalang cerewet saya jadi mengerti dan mencoba memahami filosofis apa itu belalang dan tambahan gelar cerewetnya,… ha-ha-ha, saya termasuk orang baru dalam blog-mengeblok, dan mungkin baru pada tingkatan membaca dan belajar menulis seperti anak SD, membaca ulasan satu nama pemilik blog yaitu Isnaini yang berarti lahir di hari Senin saya jadi ingat waktu ngobrol dengan teman saya soal nama-nama, salah satunya nama-nama orang betawie yang terkesan sederhana dan dibuat dengan begitu saja, tapi tetap mempunyai arti dan maksud, misalnya nama Jumadi lahir pada hari Jumat, nama Tu’in lahir pada hari Sabtu, nama Misnan lahir pada hari Kamis, nama Bo’an lahir pada hari Rabu dan Samin lahir pada hari Selasa, begitulah obrolan saya kepada teman tentang nama-nama orang betawie, selamat berkarya dan beraktivitas, sukses selalu, salam.

    Like

Tinggalkan jejak

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s